Blogger templates

Pages

Wednesday, July 4, 2012

Belajar tehnik strobist dalam fotografi

Satu lagi teknik dalam fotografi yang akan saya bagikan buat sobat aziscs1 semua Namanya adalah Strobist . Saya banyak melihat foto di forum dan facebook yang menampilkan suatu gambar dengan berbagai macam teknik pencahayaan, saya pun penasaran apa teknik, dan bagaimana cara melakukannya, dengan bantuan om google akhirnya saya menemukan "strobist berasal dari kata strobe, yang dalam istilah fotografi berarti alat yang memproduksi cahaya secara terus menerus. Dengan bahasa yang lebih populer Strobist adalah teknik menggunakan flash/blitz secara off-kamera. Off – kamera ?? iya .. pada umumnya kan flash camera tersebut nancep di hot-shoe pada kamera . Nah off-kamera ini memungkinkan flash dapat ditrigger dimanapun tanpa harus terpasang di hot-shoe. Keuntungannya kita bisa memposisikan satu atau lebih flash di mana saja untuk mengatur arah, intensitas, cahaya untuk menghasilkan foto yg kita inginkan.


  • di Nikon ada yang namanya Nikon CLS ( Creative Lighting System ) .. di Canon namanya E-TTL . Nikon CLS menggunakan IR ( infrared ) untuk berkomunikasi dengan flash – flash lain . Jadi harus line-of-sight dengan kamera lain meski kyknya bisa juga mentrigger flash lain di balik tembok ( link ) . Keuntungannya adalah canggih ! Body camera bisa berkomunikasi dengan flash-flash yang ada , mengatur power yang ada , mengatur white balance dsb dsb .. kita tinggal setting seperti biasa dan wah :) . Kerugiannya : harus line-of-sight dan mahal bo !
  • menggunakan Sync cable .. body kamera dan flash dihubungkan via kabel khusus. kerugiannya : beribet , banyak kabel2 bertebaran :) . Keuntungan: fungsi TTL masih jalan
  • menggunakan Radio trigger . Flash ditrigger dari kamera menggunakan frekuensi radio . Ada adapter khusus untuk mekanisme ini : transmitter dan receiver. Sesuai namanya pasti teman-teman tau artinya lah. Transmitter terpasang di body kamera . Jika flash di trigger , transmitter mengirimkan sinyal ke satu / beberapa receiver + flash . Keuntungan : tidak harus line-of-sight .. ini keunggulan utama yg banyak menarik minat orang. Kerugian : fungsi TTL (flash auto ) tidak jalan , harus manual . Dooh manual lagi ?? jaman udah canggih masih manual..hehehehe , yup manual . Hmm sebenarnya sudah ada sih , radio trigger yang bisa TTL . Silahkan google mandiri :)
Ternyata mudah , teori dan prinsip2-nya gampang diingat . Tidak jauh berbeda dengan konsep exposure pada umumnya dengan beberapa catatan seperti :
  • shutter speed mempengaruhi ambien exposure ( background )
  • inverse square law.. aga ribet nih diterangin tapi intinya exposure yang keluar dari flash akan berkurang secara bertahap dengan rumus inverse square law tersebut
  • ada tambahan lighting yaitu dari flash .. kita bisa control output-nya ( jika mode manual )
  • aperture dan ISO tetap fungsinya untuk mengatur cahaya yang masuk
Alat yang paling dibutuhkan untuk menggunakan flash secara off-camera adalah mekanisme wireless trigger (pemantik nirkabel). Pada beberapa kamera dan flash modern, kemampuan nirkabel ini sudah ada secara integrated. Di sistem Nikon di sebut sebagai CLS (Creative Lighting System) sementara di sistem Canon disebut sebagai E-TTL (Evaluative - Trough The Lens). Jangan artikan secara harfiah istilah CLS dan E-TTL, karena bisa membuat bingung artinya, lebih baik ikuti penjelasan berikut ini.

Sistem pemantik nirkabel ini berfungsi untuk menyalakan flash secara sinkron ketika kita menekan tombol shutter pada kamera. Jadi flash akan menyala ketika kita menekan shutter selayaknya flash tersebut berada di dudukan hot shoe di kamera. Uniknya, kita bisa mensinkronisasi lebih dari satu flash bersamaan sekaligus dalam suatu pemotretan. Untuk sebuah foto fashion yang dilakukan outdoor, bisa dibutuhkan 3-5 flash (bahkan bisa lebih banyak) yang dinyalakan secara off-camera. Alat wireless trigger ini umumnya menggunakan gelombang radio atau sinar infra merah untuk menyalakan flash slave (budak atau flash lain yang harus tunduk pada flash utama).

Tutorial Photoshop - Tone Warna dengan Camera RAW 4.0


Warna dan Cahaya adalah dua komposisi yang menentukan bagus atau tidak nya sebuah foto. dalam Photography tehnik tehnik pencahayaan di nomor satukan, itu menandakan betapa penting nya cahaya dalam mendapatkan hasil foto yang baik. pada posting sebelumnya saya pernah membahas tentang bagaimana cara tone warna dengan menggunakan channel mixer adjusment, color balance dan gradient tool. sekarang saya akan membahas bagaimana mengkoreksi warna dan cahaya dengan fitur Adobe photoshop  Camera RAW 4.0 yang di sematkan pada Photoshop CS3. untuk yang memakai versi Photoshop di atas CS3, baik itu Photoshop CS4 atau Photoshop CS5 untuk membuka Camera RAW dengan menggunakan Adobe Bridge lalu Open with Camera RAW. kita langsung ke pokok pembahasan kita kali ini tone warna dengan Camera RAW 4.0

Cara Membuka Foto pada Camera RAW
Sebelum membuka file foto dengan Camera RAW 4.0 kita akan settting dulu bagian File Handling agar nantinya apapun file foto yang akan kita buka pada Photoshop langsung terbuka ke Camera RAW. arahkan Mouse ke Menu Bar : Edit - Preferences - File Handling. lalu beri tanda centang pada opsi Prefer Adobe Camera RAW for JPEG files

 
Camera RAW 4.0 Tools
untuk yang masih awan dengan Camera RAW mungkin akan menemukan sedikit kesulitan untuk memahami opsi apa saja yang terdapat di dalam Camera RAW, terdapat 8 Tab setting pada Camera RAW
  1. Basic
  2. Tone Curve
  3. Detail :
  4. HSL / Grayscale
  5. Split Toning
  6. Lens Correction
  7. Camera Calibration
  8. Presets
Pandangan Penulis Tentang Tone Warna
menurut Saya secara pribadi : "tidak ada Aturan dalam toning warna foto, karna bicara warna kita akan membicarakan selera, dan antara selera manusia satu dan lain nya itu berbeda, yang terpenting dalam tone warna foto adalah keharmonisan warna akhir dari sederetan proses tone yang telah kita kerjakan"
Basic Tone
jangan bingung melihat pilihan-pilihan yang terdapat pada tab basic. kalau dilihat secara langsung tab basic terdapat 10 pilihan setting untuk  mengolah foto, tapi masing masing bar ini di pisahkan berdasarkan fungsinya sendiri
  1. White Balance
  2. Exposure
  3. Color Saturation
White Balance Tone
hanya 2 pilihan setting dari White Balance. satu dari Biru ke kuning dan yang kedua dari hijau ke magenta. geser secara perlahan Color Temperature hingga mendapatkan warna yang memang benar-benar pas dengan keinginan kita. silahkan berexplorasi dengan white balance, semakin sering kita melatih mangatur white balance maka semakin kuat kepekaan kita terhadap warna.
Exposure Tone
setting ini kita lakukan untuk mengatur terang gelapnya sebuah foto, 
1. exposure :
untuk mengatur tingkat kecerahan foto. atur dengan bijaksana tingkat exposure ini, geser perlahan bar exposure turunkan atau naikan nilai nya dengan perlahan, hingga dirasa foto tidak terlalu cerah tapi juga tidak terlalu gelap
2. Recovery :
opsi ini digunakan untuk mengurangi area foto yang terlalu terang. perhatina bagian dari foto yang sangat terang ( biasanya berwarna putih ) selaraskan dengan area yang lain, agar bagian yang terlalu terang ini turun intensitas terang nya.
3. Fill Light :
fill light digunakan untuk menaikkan cahaya pada area yang agak gelap pada sebuah foto. gunakan juga fil light dengan bijaksana, naikkan secara perlahan, hingga cahaya di keseluruhan area foto tampak harmonis
4. Black :
naikkan nilai Black maka area yang berwarna gelap akan bertambah kepekatan nya
5. Brightness :
yang ini pasti sudah nga asing lagi, coba sekarang naikkan brightness maka hasilnya foto akan tampak lebih terang secara keseluruhan, sebaliknya kalau kita turunkan nilai brightness foto akan tampak gelap secara keseluruhan
6. Contrast :
menambahkan atau menurunkan kepekatan pada seluruh area foto. foto yang terlalu contrast akan tampak kurang baik, begitu juga sebaliknya foto yang minim tingkat contrast nya akan tampak bias. sesuaikan saja nilai contrast hinnga di rasa harmonis
Pada Postingan ini saya sengajakan untuk tidak memasukkan nilai-nilai yang harus dimasukkan untuk mengatur opsi-opsi Camera RAW, karna tujuan saya membuat Posting ini adalah untuk sebagai sarana Photosoper berexplorasi dengan Warna dan Cahaya, belajar memahami Warna dan Cahaya, karna kedua unsur itu adalah unsur terpenting untuk menciptakan foto yang enak di pandang mata.

TUTORIAL MEMBUAT FOTO PANORAMA dengan PHOTOSHOP

Adakalanya ketika kita mau membuat foto panorama dihadapkan pada kenyataan bahwa kita tidak mempunyai lensa khusus, ataupun tidak mempunyai lensa sudut lebar. Hal ini dapat kita atasi dengan menggunakan fasilitas photomerge, dengan menggabungkan beberapa foto yang kita buat ( yang berdekatan sudut penggambilannya). Teknik ini lumayan mudah dipelajari.
1. Siapkan foto yang akan kita merge minimal 2 foto makin banyak makin bagus
disini saya memakai 2 foto


2. Buka program Photoshop anda
3. Klik menu File>Automate>Photomerge, maka kotak dialog akan tampil.

3. Pilih Use: Files, Klik tombol Browse lalu pilih folder dari komputer anda

4. Pilih 2 gambar atau lebih yang telah disiapkan yang anda inginkan, lalu klik Open, 
Pilih layout Auto dan chek  blend image together, lalu klik OK

5. Klik Rectangtular Marquee Tool, lalu buat seleksi pada bagian yang ingin diambil nantinya.

6. Klik menu Image>Crop untuk memotong bagian yang ada di luar seleksi.

7. Klik menu Select > deselect atau Tekan Ctrol+D untuk menghilangkan seleksi

7. Dibagian kanan bawah di palet layer bagian bawah ada klik Adjustments>Levels

8. Atur nilai Input Levels bagian tengah, lalu klik OK bila telah sesuai.
Hasilnya foto akan tampak lebih terang dibanding sebelumnya.

9. Dibagian kanan bawah di palet layer bagian bawah ada klik Adjustments>Brightness/Contrast
Atur nilai Contrast: lalu klik OK bila sudah sesuai. Hasil penambahan akan memperjelas foto.

10. Simpan dengan nama menurut kehendak anda

11. Selesai

Semoga dapat membantu. Selamat mencoba.

belajar HDR dengan photoshop :D

Efek HDR (High Dynamic Range) dengan Photoshop

HDR atau High Dynamic Range photography banyak dijumpai di web-web tukang foto. Hasilnya sih keren banget.. cuman aku juga gak tau persis apa tu HDR dan gimana bikinnya kalo pake camera. Susah kayaknya.. Tukang photo pemula kayak aku bisanya cuman edit lewat photoshop doang.. hehehe.. HDR ini juga aku dikenalin oleh temen, dia minta tutorialnya.. ya udah aku coba bikinin deh.. mudah-mudah an mirip-mirip gambar HDR… hehehehe
 Menurut saya langkah yang kedua ini sangat penting dalam pembuatan HDR Image, yaitu setting shadow dan highlight nya .. Klik Image >adjustment> shadow/highlight. Setting seperti dibawah :

 Terus tekan CTRL + J untuk duplikat layer background, ganti layer efek dengan color dodge.

 Duplikat layer 1 dengan tekan CTRL+J trus ubah layer efek nya menjadi linear burn.

Ubah forground color menjadi Hitam dengan tekan tombol X.  Lalu klik Select > Color Range, ubah fuzziness menjadi 100. Setelah klik OK Klik Layer mask , maka muncul Layer mask di samping layer 1 copy tadi.


Karena gambar kurang oke, terlihat ada noise hitam, klik Filter > blur > gaussian Blur.


Duplikat layer 1 copy dengan menekan CTRL+J. ganti layer efek menjadi Overlay dan tekan CTRL+I untuk Inverse atau membalik warna  layer mask.
Sekarang ubah Foreground menjadi putih dengan tekan tombol X di keyboard. Lalu klik Select>color range. fuzziness tetep 100.



Setelah di OK ,  lalu drag background ke create New Layer, setelah duplikat lalu pindahkan layer background copy ke paling atas , seteleah itu klik Create Layer Mask. maka muncul layer mask baru seperti ini :


CTRL klik di layer mask background copy untuk menyeleksi layermask,  lalu Klik Adjustment layer > Gradient map.



Setting Gradient map seperti dibawah :



Kalo udan klik layermask yang terbentuk, lalu tekan CTRL +I untuk Inverse selection.


Ganti Layer efek menjadi Hard Light. kamu bisa atur Opacity nya juga terserah aja..


Sekarang kamu bisa ke layer background dan atur hue dan saturation nya.. Hasilnya kayak gini :